Sabtu, 30 September 2017

Merajut Nusantara dengan Kereta

Foto: Yusuf Harfi

Pertengahan Juli hingga Agustus 2017 lalu, dalam rangka menyambut momentum 150 tahun hadirnya kereta api di Indonesia, saya sengaja melakukan perjalanan yang saya beri nama Ekspedisi Kalung Besi dengan mengunjungi beberapa kota di Jawa mulai dari Semarang, Yogyakarta, Bandung, Purwakarta, hingga Ibukota Jakarta. Satu tujuan utama perjalanan tersebut adalah untuk membuktikan bahwa hadirnya kereta api di Indonesia adalah suatu hal yang membawa manfaat besar bagi masyarakat. Di samping itu, perjalanan ini juga sekaligus untuk menyambut peringatan 72 tahun PT. Kereta Api Indonesia pada 28 September 2017. 

Rabu, 13 September 2017

Ramai-ramai Naik Kereta Api


"Dulu saya dan keluarga pernah satu gerbong dengan kambing dan hasil panen di gerbong barang saat mudik lebaran." Seorang bapak menceritakan pengalamannya naik kereta api sebelum tahun 2000-an kepada saya. "Kami duduk menggelar tikar di alas gerbong. Iya benar, bersama binatang ternak dan hasil panen.” Tapi itu dulu, kini, kondisinya sudah berubah.

Kamis, 10 Agustus 2017

150 Tahun Berkalung Besi



Saya ingat perjalanan pertama saya naik kereta api, kurang lebih 15 tahun silam, dari Yogyakarta menuju Pasar Senen Jakarta. Banyak penumpang saat itu yang tidak kebagian tempat duduk harus bergelengsoran di alas gerbong, mereka mengayun-ayunkan kipas kecil karena panasnya udara dalam gerbong, bahkan hingga ke toilet mereka berdesakan. Beberapa pedagang asongan kesana kemari menenteng dagangannya dari gerbong ke gerbong. “Permen, Dik.” Ia menawari saya sambil mengoyak-ngoyak bungkusnya hingga berbunyi. Ah, anak kecil mana yang tak tergoda.